Selasa, 16 Juni 2015

WAJIB BACA DAN SHARE CERITA INI

Uang Rp.1.000 dan uang Rp.100.000
Sama-sama terbuat dari kertas, sama-sama dicetak dan diedarkan oleh dan dari Bank Indonesia.
Pada saat bersamaan mereka keluar dan berpisah dari Bank dan beredar di masyarakat.
Empat bulan kemudian mereka bertemu lagi secara tidak sengaja di dalam dompet seorang pemuda.
Kemudian diantara kedua uang tersebut terjadilah percakapan
Yang Rp.100.000 bertanya kepada yang Rp.1000 , "kenapa badan kamu begitu lusuk, kotor dan bau amis?"
Dijawablah oleh Rp.1000, "karena aku begitu keluar dari Bank langsung ditangan orang-orang bawahan, dari tukang becak, tukang sayur, penjual ikan dan di tangan pengemis"
Lalu Rp.1000 bertanya balik, "kenapa kamu kelihatan begitu baru, rapi dan masih bersih?"
Dijawabnya "karena begitu aku keluar dari Bank, langsung disambut perempuan cantik dan beredarnyapun di restauran, mahal, di mall dan jg hotel-hotel berbintang serta keberadaanku selalu dijaga dan jarang keluar dari dompet"
Lalu Rp.1000 bertanya lagi
"pernahkah engkau mampir di tempat ibadah?"
Dijawablah oleh Rp.100.000
"belum pernah "
Rp.1000. pun berkata lagi, "ketahuilah walaupun keadaanku seperti ini adanya, setiap jum'at aku selalu mampir di Masjid-Masjid, Minggu Gereja-Gereja, Wihara, Klenteng, Pure dan ditangan anak-anak yatim, bahkan aku selalu bersyukur kepada Tuhan karena aku tidak dipandang manusia bukan karena nilai tapi yang dipandang adalah sebuah manfaat."
Akhirnya menangislah uang Rp.100.000 karena merasa besar, hebat, tinggi tapi tidak begitu bermanfaat selama ini.
Jadi bukan seberapa besar penghasilan Anda, tapi seberapa bermanfaat penghasilan Anda itu. Karena kekayaan bukanlah untuk kesombongan.
Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu mensyukuri nikmat dan memberi manfaat untuk semesta alam serta dijauhkan dari sifat sombong.

Ramadhan Bulan Pembuktian dan Persiapan

Ramadhan Bulan Pembuktian dan Persiapan

Rahasia Besar dibalik Puasa Ramadhan


Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Al-khaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan dalam kitabnya yang maknanya kurang lebih sbb,

Sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang artinya: "Wahai akal mengadaplah engkau." Maka akal pun mengadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang artinya: "Wahai akal berbaliklah engkau", lalu akal pun berbalik. Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang artinya: "Wahai akal, Siapakah aku?". Lalu akal pun berkata, "Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang da`if dan lemah." Lalu Allah S.W.T berfirman yang ertinya: "Wahai akal, tidak Aku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau."

Maknanya adalah, dimanapun kita menggunakan akal, maka disitu kita melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan YME. Oleh karena itu, gunakan akalmu didalam melihat, menilai, memahami dan meyakini sesuatu supaya kita mendapatkan petunjuk kebenaran.

Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang berarti: "Wahai nafsu, mengadaplah kamu". Nafsu tidak menjawab dan hanya diam. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau."

Setelah itu Allah S.W.T menyiksanya dengan neraka jahim selama 100 tahun, dan kemudian mengeluarkannya. Kemudian Allah S.W.T berfirman yang berarti: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Lalu nafsu berkata, "Aku adalah aku dan Engkau adalah Engkau." Lalu Allah S.W.T menyiksa nafsu itu dalam neraka Juu' (lapar) selama 100 tahun. Setelah dikeluarkan maka Allah S.W.T berfirman yang artinya: "Siapakah engkau dan siapakah Aku?". Akhirnya nafsu mengakui dengan berkata, " Aku adalah hamba-Mu dan Engkau adalah Tuhanku."

Nafsu/ Jiwa/ Ego/ Diri = Adalah segala keinginan yang dimanifestasikan dalam bentuk berbagai macam kenikmatan, kenyamanan, kekuasaan, kepuasan, kesenangan dsb.

Maknanya adalah, dimanapun kita berada nafsu selalu saja condong kepada kenikmatan palsu, dan kesesatan. Siapapun yang mengumbar hawa nafsu pada akhirnya akan selalu binasa dan berakhir dalam kesusahan (neraka). Oleh karenanya sebelum kesusahan akhirat, sesiapa yang mengikuti hawa nafsu akan dibakar dan terus dibakar dalam kesusahan dunia dengan tujuan agar mengakui bahwa ia adalah hamba/ mahluk yang lemah kemudian mau kembali.

Apa saja kesusahan dunia itu? Ada banyak ragamnya misal,

·      Kegagalan
·      Kesedihan
·      Kemiskinan, hutang dan masalah financial lainnya
·      Penyakit
·      Hubungan sosial
·      Kehilangan
·      Dan lain sebagainya

Ramadhan adalah momentum yang waktunya disediakan dan disengajakan oleh Allah Yang Maha Tahu sebagai media pengendalian nafsu agar supaya tidak liar yang menjadi wasilah hadirnya kesusahan hidup. Puasa adalah wadah didalam upaya pembakaran nafsu agar ia mengakui tujuan eksistensi penciptaan yakni menghamba kepada Tuhan YME.

Didalam momentum ramadhan dibanjiri dengan berkah, karunia dan ampunan yang berlipat ganda. Ini seperti harta karun yang bisa didapatkan sebanyak mungkin yang anda mau, dengan syarat harus rela membakar nafsu terlebih dahulu. Jika syarat dan kondisi ini terpenuhi maka bukan cuma kebahagiaan dunia yang didapatkan lebih-lebih kebahagiaan akherat. Dan inilah maksud dari harta karun tersebut.

Oleh karenanya, al fakir mengajak, yuk kita niatkan dan siapkan diri, jiwa dan raga untuk masuk kedalam kawah ramadhan ini dengan masuk yang sebenar-benarnya dan seutuh-utuhnya. Ceburkan diri anda, tenggelamkan semuanya untuk menikmati panasnya pembakaran nafsu sebagai bagian dari pembelajaran untuk mendapatkan skill pengendalian nafs kedepannya. Berbahagialah dan kucurkan air mata kita semua, karena berkah, ampunan dan karunia Tuhan Yang Maha Pengasih telah dan sudah menunggu diujung 30 hari perjalanan sensasional ini.

Ayuk berjuang, bermujahadah sekeras-kerasnya mendesign warna nafsu menjadi lebih baik sehingga kedepan akan bermetamorfosis sebuah nafsu yang tunduk kepada aturan Tuhan, yaitu nafsu yang tenang dan taqwa. Nafsu inilah yang diberikan kemampuan untuk masuk dan melebur dalam dimensi surgawi (dunia akherat) yang penuh dengan kenikmatan sejati tanpa menyisakan kesusahan walau sebesar Zarrah.

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (QS Al Baqarah: 183) 

Wallahu A'lam

Kami sekeluarga mengucapkan Selamat Menjalankan Ibadah Puasa buat sahabat semua. Semoga puasa kita diterima oleh Allah swt. Amin

repost: (www.adhinbusro.com)

Minggu, 03 Juli 2011

BECOME A BETTER YOU


Anda bisa menjadi lebih baik

Tuhan tidak menciptakan Anda untuk menjadi manusia biasa. Anda diciptakan untuk unggul. Anda mempunyai segala sesuatu yang Anda perlukan untuk memenuhi takdir yang Tuhan berikan kepada Anda, dan tidak ada batasan pada apa yang Anda bisa capai jika Anda menemukan cara menjadi diri anda yang lebih baik. (Rev. Joel Osteen)